Tampilkan postingan dengan label TIPS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIPS. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Januari 2015

Cara Bertanam Selada Hidroponik

Cara Tanam Selada Hidroponik
Selada Hidroponik- hidroponikcasafarm.com

Selada termasuk kelompok sayuran daun yang berasal dari daerah yang beriklim sedang. Daun selada memiliki bentuk, ukuran, dan verietas yang beragam, tergantung varietasnya. Selada dapat tumbuh didataran tinggi maupun rendah. Perbanyakan selda dilakukan dengan biji. Penyemaian selada dengan memasukan biji ke dalam media tanam rockwool. Selanjutnya setelah tumbuh 3-4 daun sejati masa pembesaran dimulai. Masa panen selada 40-50 hari setelah semai. Bertanam selada hidroponik dapat dilakukan dengan sistem wick atau NFT (Nutrient Film Tehnique) 

Jenis Selada
  1. Selada Kriting Lollo Verde, Selada kriting dengan Daun ramping dengan ujung bergelombang 
  2. Lollo rosso, Selada kriting dengan ujung dedaunan berwarna kemerahan
  3. Iceberg lettuce, Selada bokor. Selada dengan bonggol besar dan lembaran daun berlapis-lapis padat
  4. Romaine lettuce, Selada dengan daun lebar berwarna hijau
  5. Boston lettuce.disebut juga Selada batavia. Daun bergelombang dan memiliki bonggol di bagian pangkalnya dengan helaiain daun yang lepas
  6. Raddicchio, memiliki daun berwarna merah gelap dengan semburat putih pada bagian batang
  7. Butterhead, daun membentuk krop tetapi tidak terlampau padat dan berdaun licin

Sabtu, 06 Desember 2014

Tata Cara Meramu Nutrisi Hidroponik

Tata Cara Meramu Nutrisi Hidroponik

Pada sistem hidrponik kita mengenal nutrisi A dan B. Bila nutrisi dalam bentuk serbuk 250 gram dengan asumsi nutrisi A sebanyak 125 gr  nutrisi B sebanyak 125 gr, cara meramu nutrisi A dan B adalah sebagai berikut : 
  1. Siapkan 2 buah botol volume 500 ml (bisa bekas air mineral botol)
  2. Masukkan nutrisi A kedalam botol, tambahkan air bersih hingga menjadi 500 ml. kocok nutrisi A sampai benar-benar larut. Larutan ini sebagai pekatan A
  3.  Lakukan yang sama terhadap nutrisi B. Larutan ini menjadi pekatan B

Penggunaan nutrisi pada tanaman hidoponik dengan mencampur 1 liter air dengan 5 ml pekatan A dan 5 ml pekatan B akan setara dengan 1000 PPM (Part Per Million), satuan untuk mengukur nutrisi, Pengukuran lebih tepat dapat menggunakan Alat TDS meter atau EC meter.

Nutrisi larutan AB Mix ini bisa diberikan ke tanaman dengan sistem irigasi tetes atau disiramkan langsung atau menjadi nutrisi rendaman pada sistem wick

Cara bertanam Hidroponik Wick System

Cara bertanam Hidroponik Wick System 

Hidroponik wick system
Hidroponik Wick System - Hidroponikcasafarm.com


Wick system atau sistem sumbu adalah metode dengan menggunakan sumbu kain untuk menyerap nutrisi. Antara netpot tanaman dengan air nutrisi dalam wadah di beri sumbu. Menggunakan prinsip kapilaritas, cara kerjanya mirip kompor minyak tanah.


Tahap 1 : Menyemai
  1.  Basahi rockwool dengan air 
  2.  Rockwool dilubangi dengan tusuk gigi/sapu lidi
  3.  Bibit dimasukan satu-persatu ke dalam rockwool (pakai tusuk gigi basah)
  4. Simpan rockwool dalam tray semai selama 1-2 hari 
  5. Setelah muncul kecambah simpan rockwool  pada tempat yang terkena matahari
  6. Cek tiap hari, jika rockwool kering basahi dengan air

Tahap 2 : Menanam
  1. Setelah muncul 4 daun, tanaman semai siap dipindahkan ke dalam netpot bersumbu
  2. Wadah plastik diisi air nutrisi
  3. Air cukup membasahi sumbu, tidak menggenangi rockwool
  4. Pasang pompa udara (Air Pump) untuk memberi tambahan oksigen ke tanaman
  5. Cek secara berkala, bila air berkurang karena terserap tanaman, tambakan lagi  air dan nutrisi.

Jumat, 31 Oktober 2014

Cara Bertanam Secara Hidroponik



Cara tanam sistem hidroponik
Cara Tanam Sistem Hidroponik

Cara bertanam secara Hidroponik

Hidroponik adalah budidaya tanaman dengan memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam.

Bertanam hidropnik ada beberapa keuntungan diantaranya Tidak memerlukan tanah sebagai media tanam, lahan yang diperlukan tidak terlalu besar, tidak mengikuti musim tanam, keseimbangan nutrisi bisa diatur secara tepat, hasil yang lebih berkualitas,


1. Nutrien Film Technique (NFT)

Sistem hidropnik ini berjalan dengan cara memberikan nutrisi kepada tanaman melaui aliran air yang tipis (film)

Alat dan bahan yang dibutuhkan:

Piva PVC/talang air, media tanam (rockwool, sekam bakar, cocopeat atau hydroton), sumbu (kain flanel), netpot, pompa air, selang, bak penampungan, nutrisi, dan benih tanaman

2. Wick System

Wick system atau sistem sumbu adalah metode hidroponik paling sederhana. Cukup menggunakan botol plastik bekas atau wadah lainnya sebagai tempat nutrisi. Antara netpot tanaman dengan air nutrisi di beri sumbu. Cara kerjanya mirip kompor minyak tanah. Cara ini paling mudah dan murah.

Alat dan bahan yang dibutuhkan:
Botol/wadah plastik, media tanam (rockwool, sekam bakar, cocopeat atau hydroton) netpot, sumbu (kain flanel), aerator, nutrisi, dan benih tananaman


3. Floating System

Floating system/ atau rakit apung. Prinsip hidroponik ini adalah tanaman diapungkan diatas larutan nutrisi dengan bantaun styrofoam sebagai penopangnya

Alat dan bahan yang dibutuhkan:
Bak Penampung, styrofoam, media tanam (rockwool, sekam bakar, cocopeat atau hydroton), netpot, sumbu (kain flanel), nutrisi, dan tanaman


4. Ebb and Flow

Sistem Ebb and Flow disebut juga sistem pasang surut. Pada sistem ini larutan nutrisi diberikan dengan cara mengenangi wilayah perakaran pada waktu yang ditentukan. Setelah cukup waktu larutan nutrisi kembali dialirkan ke bak penampungan.

Alat dan bahan yang dibutuhkan:
Pompa air, Rak tanaman, selang/pipa, nutrisi, bibit tanaman,


5. Drip Irrigation

Teknik hidroponik ini menggunakan prinsip irigasi tetes untuk mengalirkan nutrisi ke wilayah perakaran tanaman melalui selang irigasi menggunakan dripper yang diatur waktunya dengan timmer

Media tanam sistem hidrponik ini batu apung, pasir, serbuk gergaji, cocopeat, zeolite, sekam bakar atau hydroton yang berfungsi sebagai tempat akar berkembang dan memperkokoh dudukan tanaman.

Alat yang diperlukan:
Pompa, selang/pipa PVC kecil, media tanam , wadah Plastik (ember, pot, , dll), nutrisi, dan benih tanaman


6. Aeroponik

Aeroponik bisa diartikan sebagai bercocok tanam di udara, karena akar tanaman diposisikan menggantung di udara dan larutan nutrisi diberikan dengan cara disemprotkan atau pengabutan. Penyemprotan dengan cara menggunakan pompa bertekanan tinggi sehingga menghasilkan buturan air yang sangat halus atau mirip kabut. Penyemprotan dilakukan berkala menggunakan timmer (pengatur waktu)

Alat dan bahan yang diperlukan :
Piva PVC, Styropoam, pompa, nozel, bak penampung, nutrisi dan benih tanaman